Rabu, 12 Januari 2011

makalah diabetes


Pendahuluan
1.1              LATAR BELAKANG
Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah istilah untuk sebutan penyakit yang di Indonesia dikenal dengan nama penyakit gula atau kencing manis, istilah ini berasal dari bahasa Yunani. Diabetes artinya mengalir terus, mellitus artinya madu atau manis. Jadi istilah ini menunjukan tentang keadaan tubuh penderita, yaitu adanya cairan manis yang mengalir terus.
1.2       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas,maka penulis merumuskan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Mengetahui tentang penyakit diabetes dancara penanganannya.
1.2              TUJUAN
Tujuan dari penyusun makalah ini antara lain :
1.      Untuk memenuhi tugas Bahasa indonesia
1.4       MANFAAT
Manfaat yang di dapat dari makalah ini adalah :
1.      Mahasiswa dapat menambah pengetahuannya tentang penyakit diabetes
2.      Mahasiswa dapat mengetahui tentang gejala-gejaladiabetes
3.      Mahasiswa dapat mengetahui cara pengobatan diabetes
1.5       METODE PENGUMPULAN DATA
            Dalam pembuatan makalah ini metode pengumpulan data yang di gunakan adalah,kaji pustaka terhadap bahan-bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang di angkat dalam masalah ini yaitu dengan tema wawasan pendidikan keperawatan sebagai referensi juga di peroleh dari media lain situs WEB internet yang pengkaji mengenai penyakit diabetes
1

BAB 11
DIABETES MELITUS

2.1 Pengertian diabetes melitus           


Pengertian Diabetes Mellitus Diabetes mellitus adalah istilah untuk sebutan penyakit yang di Indonesia dikenal dengan nama penyakit gula atau kencing manis, istilah ini berasal dari bahasa Yunani. Diabetes artinya mengalir terus, mellitus artinya madu atau manis. Jadi istilah ini menunjukan tentang keadaan tubuh penderita, yaitu adanya cairan manis yang mengalir terus. Penyakit Diabetes mellitus ini biasa timbul secara mendadak pada anak-anak dan orang dewasa muda. Pada orang yang telah berumur, penyakit ini sering muncul tanpa gejala dan kerap baru diketahui bila yang bersangkutan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Apabila penyakit ini dibiarkan tidak terkendali atau penderita tidak menyadari penyakitnya bertahun tahun kemudian akan timbul berbagai komplikasi kronis yang berkaitan patal, seperti penyakit jantung, terganggunya fungsi ginjal, kebutaan, pembusukan kaki yang kadang memerlukan amputasi, atau timbulnya impotensi yang sangat merisaukan. Saat ini. Diabetes mellitus tidak hanya dianggap sebagai gangguan metabolisme karbohidrat, tetapi juga mencakup metabolisme protein dan lemak yang diikuti dengan komplikasi yang bersifat kronis terutama terjadi pada struktur dan fungsi pembuluh darah. Oleh karena itu, setiap orang sangat dianjurkan sedini mungkin mewaspadainya dan segera memulai usaha pencegahan.






2


BERIKUT TIPE TIPE DIABETES MELITUS

3

2.2 Tanaman obat yang digunakan dalam terapi Diabetes Mellitus diantaranya :
·          Lidah buaya ( Aloe vera ) Tunbuhan liar di tempat yang banyak terkena sinar matahari. Lidah buaya ditanam di pot dan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, tepinya berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15 – 36 cm, lebar 2-6 cm, bunga berwarna kuning kemerahan, bijinya kecil, warnanya hitam dan banyak tumbuh di afrika bagian utara, Hindia barat. Lidah Buaya tahan terhadap kekeringan, karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bagian tanaman yang digunakan adalah daun, bunga, dan akar. Tanaman ini digunakan dalam bentuk segar. Kandungan kimia : Lidah buaya mengandung aloin, barbaloin, isobarbaloin, aleonin, dan aleosin. Efek Farmakologis: Tanaman ini Memiliki rasa pahit dan bersipat dingin. Berkhasiat sebagai antiradang, pencahar, parasiteside, dan untuk memperbaiki pancreas.
·         Kumis Kucing ( Orthosiphon Aristatus ) Tumbuhan tegak, bagian bawah berakar dan tinggi bagian buku – bukunya mencapai 12 cm. batang segi empat agak teratur dan berbulu pendek. Daun tunggal, bentuknya bundar, berbulu halus, pinggir bergerigi, dan kedua permukaan berbintik. Bunga berupa tandan, warna ungu pucat, biru, atau putih. Tumbuh di daratan rendah dan ketinggian sedang. Seluruh bagian tanaman kumis kucing dapat dimanfaatkan untuk ramuan obat terutama daunnya. Kandungan Kimia .Tanaman ini mengandung orthosiphon glikosida, zat samak, minyak atsiri, minyak lemak, saponin, garam kalium dan miyoinositol. Herba ini memiliki rasa asin agak pahit dan sepet. Efek Farmakologis : Tamanan ini bersifat antiradang, peluruh air seni, dan penghancur batu saluran kencing. Kumis kucing rasanya pahit dan bersifat sejuk. Rebusan kumis kucing dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus ditambah keluhan ginjal dan infeksi saluran kencing.
·         Mengkudu ( Morinda Citrifoli ) Mengkudu tumbuh didataran rendah pada ketinggian tanah 1.500 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini mempunyai barang tidak terlalu besar dan tinggi pohon 3-8 m. daunnya bersusun berhadap-hadapan, panjang daun 20-40 cm, dan lebar 7-15 cm. bunganya berwarna putih, berwarna hijau dan berbentuk lonjong, bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat didalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu dapat tumbuh secara liar di hutan –hutan atau dipelihara orang dipekarangan rumah. Bagian yang digunakan untuk membuat ramuan obat adalah akar, daun, buah, kulit batang dan bunga. Daun mengkudu termasuk makanan berserat yang dapat mengurangi kenaikan glukosa darah sesudah makan di samping menurunkan kadar lemak darah. Kandungan Kimia : kulit akar mengkudu mengandung morindin, morindon, dan soranjidiol. Buahnya mengandung alkaloid triterpenoid. Daunnya mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten dan askorbin. Bunganya mengandung protein, zat kapur, zat besi, karoten dan askorbin. Bunganya mengandung glikosida antrakinon. Selain itu mengkudu juga mengandung minyak menguap asam capron dan asam caprylat. Efek farmakologis : Mengkudu berfungsi sebagai penghilang hawa lembap pada tubuh,



4


 penambah kekuatan tulang, dan pembersih darah. Perasan air mengkudu dapat
digunakan untuk mengobati diabetes mellitus. d. Sembung ( Blumea balsamifera ) Tumbuh di tempat terbuka dan pada tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 2.200 m di atas permukaan laut. Tumbuh tegak, tinggi sampai 4 m berambut halus, bentuk daun bundar,
·         bagian pangkal dan ujung daun lancip, pinggir bergerigi, panjang 8 – 40 cm, lebar 2 – 20 cm, dan terdapat 2 – 3 daun tambahan pada tangkai daunnya. Permukaan daun bagian atas berambut kasar, bagian bawah berambut hseperti beludru. Bunga keluar dari ujung cabang dan warnanya kuning. Buah longkah sedikit melengkung dan panjangnya 1 mm. Kandungan kimia : Daun sembung mengandung minyak atsiri seperti sineol, borneol, kamper, tannin dan flavonoid. Efek farmakologis : Tanaman ini bermanfaat untuk mengobati penyakit reumatik, masuk angin, antidiare, dan antipiretik. Selain penyakit diatas tanaman ini bermanfaat sebagai ekspektoran ( Peluruh Dahak ). Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

2.3 Gejala diabetes melitus
 Gejala Umum penyakit Deabetes Mellitus. Gejala awal yang timbul pada penderita dewassa yang lebih tua biasanya ringan sehingga mereka tidak merasa perlu untuk berkonsultasi kepada dokter. Akibatnya, sering mereka baru mengetahui menderita diabetes mellitus setelah timbul komplikasi, seperti penglihatan jadi kabur atau bahkan mendadak buta, timbulnya penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit kulit dan saraf bahkan terjadi pembusukan pada kaki ( gangrene ). Tanda dan gejala yang sering dikeluhkan pasien antara lain rasa haus, banyak kencing, rasa lapar, badan terasa lemas, berat badan turun, rasa gatal, kesemutan, mata kabur, dan kulit kering. Berat badan penderita penyakit diabetes mellitus dapat menurun drastis. Hal ini disebabkan glukosa di dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel jaringan. Keluhan lain penderita adalah sering kencing dan setiap kali air kencing yang dikeluarkan cukup banyak. Keadaan ini terjadi karena kadar glukosa darah yang tinggi. Adanya glukosa dalam air kencing tersebut glukosuria. Untuk mengeluarkan glukosa melalui ginjal dibutuhkan banyak air. Hal inilah yang menyebabkan penderita sering kencing (poliuria ) yang rasanya manis. Terkadang kencing dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi ) juga mengakibatkan kulit menjadi kering. Rasa haus yang kekurangan air. Akibatnya timbul rangsangan ke susunan saraf pusat sehingga penderita merasa haus dan ingin minum terus (polidipsi) Banyak makan (poliphagia) terjadi karena adanya rangsangan ke susunan saraf pusat karena kadar glukosa di dalam sel ( intraselluler ) berkurang. Akibat kekurangan glukosa intraseluler maka timbullah rangsangan sehingga penderita merasa lapar dan ingin makam. Untuk mengatasi kekurangan energy maka tubuh menggunakan cadangan lemak. Cadangan lemak dirombak (lipolisis) dan mengakibatkan kadar lemak di dalam darah meningkat (hiperlipidemia). Lipolisis yang berlebihan mengakibatkan ketoasidosis ( metabolic asidosis ) dan menyebabkan pernafasan menjadi cepat dan dalam ( pernapasan kushmaul ) Badan penderita penyakit diabetes mellitus sering terasa lemah dan berat. Hal ini terjadi akibat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit karena ikut terbuang melalui kencing yang berlebihan
5
 Gejala lain yang mungkin dikeluhkan penderita diabetes mellitus antara lain kejang pada kaki atau betis akibat kekurangan cairan dan elektrolit, rasa gatal, pada wanita dapat terjadi rasa gatal pada lubang dubur, kemaluan, bisul – bisul, dan mata menjadi kabur. Komplikasi yang mungkin timbul karena pengaruh diabetes mellitus diantaranya adalah gangguan pembuluh darah besar ( makroangiopati ) dan gangguan pembuluh darah kecil (mikroangiopati ). Mikroangiopati menyebabkan kerusakan pada ginjal, mata dan saraf. Adapun makroangiopati mengakibatkan kerusakan pada jantung, otak, dan kaki.
2.4  Penyebab Penyakit Deabetes mellitus
Penyebab penyakit Diabetes mellitus adalah kurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadinya gangguan fungsi insulin, yang sebenarnyajumlahnya cukup. Jika dilihat lebih mendalam, ada beberapa Faktor yang menyebabkan penyakit diabetes Mellitus, yaitu sebagai berikut. Genetik atau Faktor Keturunan. Dapat dikatakan bahwa diabetes mellitus cenderung diturunkan, bukan ditularkan. Sesuai dengan ilmu genetika, bibit diabetes mellitus menggunakan symbol D untuk yang normal dan symbol d untuk resesif. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang terpaut. Kromosom seks. Virus dan bakteri Virus yang diduga menyebabkan diabetes mellitus adalah rubella dan mumps. Hasil penelitian menyebutkan bahwa virus dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus melalui mekanisme infeksi sitolitik pada sel betaotomunitas yang menyebabkan hilangnya otomun pada sel beta. Nutrisi Diabetes mellitus dikenal sebagai penyakit yang berhubungan dengan nutrisi. Nutrisi yang berlebihan merupakan factor resiko pertama yag diketahui menyebabkan diabetes mellitus. Semakin lama dan berat obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan terjangkitnya diabetes mellitus. Hormon Insulin. Insulin merupakan salah satu hormone di dalam tubuh manusia yang dihasilkan oleh sel beta palau langerhans yang berada di dalam kelenjar pancreas. Kelenjar pancreas ini terletak di dalam rongga perut bagian atas, tepatnya dibelakang lambung. Insulin merupakan suatu polipeptida, sehingga dapat juga disebut protein. Dalam keadaan normal bila kadar glukosa darah naik maka insulin akan menuju ke tempat kerjanya ( reseptor ) yaitu 50 % ke hati, 10-20 % ke ginjal, dan 30-40% bekerja pada sel darah, otot, dan jaringan lemak. Adanya insulinlah yang memungkinkan kadar glukosa darah akan kembali normal.






6
2.5 Diabetes insipidus
Diabetes insipidus, DI adalah suatu penyakit dengan simtoma poliuria dan polidipsia. Jenis DI yang paling sering dijumpai adalah DI sentral, yang disebabkan oleh defisiensi arginina pada hormon AVP. Jenis kedua adalah DI nefrogenis yang disebabkan oleh kurang pekanya ginjal terhadap hormon dengan sifat anti-diuretik, seperti AVP.
Diabetes insipidus adalah pengeluaran cairan dari tubuh dalam jumlah yang banyak yang disebabkan oleh dua hal :
@ Gagalnya pengeluaran vasopressin
@ Gagalnya ginjal terhadap rangsangan AVP
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan, penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat menganggu mekanisme neurohypophyseal – renal reflex sehingga mengakibatkan kegagalan tubuh dalam mengkoversi air .

 

2.6 Gejala diabetes insipidus

Simtoma klinis DI sangat mirip dengan simtoma pada diabetes mellitus, hanya pada DI tidak terjadi glikosuria, karena DI tidak mempunyai simtoma hiperglisemia.Hiperuria DI dapat terjadi sepanjang waktu. Pada anak-anak, hal ini memberikan dampak pada nafsu makan dan masa pertumbuhan. Simtoma lain yang dapat terinduksi berupa demam, diare, mual, serta risiko dehidrasi dan defisiensi zat potasium, bahkan pada orang dewasa.
GEJALA KLINIS
Keluhan dan gejala utama diabetes insipidus adalah poliuria dan polidipsia. Jumlah cairan yang diminum maupun produksi urin per 24 jam sangat banyak , dapat mencapai 5 – 10 liter sehari. Berat jenis urin biasanya sangat rendah , berkisar antara 1001 – 1005 atau 50 – 200 mOsmol/kg berat badan. Selain poliuria dan polidipsia , biasanya tidak terdapat gejala –gejala lain kecuali jika ada penyakit lain yang menyebabkan timbulnya gangguan pada mekanisme neurohypophyseal renal reflex .






7
2.7  faktor-faktor apa yang mempertinggi risiko diabetes atau “faktor penyebab dari diabetes” adalah:
• Kelainan Genetika
Diabetes dapat menurun menurut silsilah keluarga yang mengidap diabetes, karena kelainan gen yang mengakibatkan tubuh tak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Selain itu, faktor resiko lainnya yaitu faktor kelebihan berat badan, stress, dan kurang bergerak.
• Usia
Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologi yang secara drastis menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun. Diabetes sering muncul setelah seseorang memasuki usia rawan tersebut, terutama setelah usia 45 tahun dan pada mereka yang berat badannya berlebih sehingga tubuhnya tidak peka terhadap insulin.
• Gaya hidup stres
Stres kronis yang cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis-manis dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar lemak seretonin otak. Seretonin ini mempunyai efek penenang sementara untuk meredakan stresnya. Tetapi gula dan lemak itulah yang berbahaya bagi mereka yang berisiko kena diabetes.

• Pola makan yang salah
Kurang gizi atau kelebihan berat badan sama-sama meningkatkan risiko kena diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas, sedangkan obesitas (gemuk berlebih) mengakibatkan gangguan kerja insulin (retensi insulin).
Kurang gizi dapat terjadi selama kehamilan, masa anak-anak, dan pada usia dewasa akibat diet ketat berlebih. Sedangkan kurang gizi pada janin mungkin terjadi karena ibunya merokok atau mengkonsumsi alcohol selama hamilnya.
Sebaliknya, obesitas bukan karena makanan yang manis atau kaya lemak, tetapi lebih disebabkan jumlah konsumsi yang terlalu banyak, sehingga cadangan gula darah yang disimpan di dalam tubuh sangat berlebihan. Sekitar 80% penderita diabetes tipe II adalah mereka yang tergolong gemuk.





8
2.8 PATOGENESIS
Secara patogenesis diabetes insipidus di bagi atas dua , yaitu,.
A.    Diabetes Insipidus Sentralis ( DIS )
DIS disebabkan oleh berapa hal diantaranya adalah :
@ pengangkutan ADH/AVP yang tidak bekerja dengan baik akibat rusaknya akson pada traktus supraoptikohipofisealis
@ sintesis ADH terganggu
@ kerusakan pada nucleus supraoptik paraventricular
@ Gagalnya pengeluaran Vasopresin
Patofisiologi
Vasopresin arginin merupakan suatu hormon antidiuretik yang dibuat di nucleus supraoptik, paraventrikular , dan filiformis hipotalamus, bersama dengan pengikatnya yaitu neurofisin II. Vasopresin kemudian diangkut dari badan-badan sel neuron tempat pembuatannya, melalui akson menuju ke ujung-ujung saraf yang berada di kelenjar hipofisis posterior, yang merupakan tempat penyimpanannya. Secara fisiologis, vasopressin dan neurofisin yang tidak aktif akan disekresikan bila ada rangsang tertentu. Sekresi vasopresin diatur oleh rangsang yang meningkat pada reseptor volume dan osmotic. Suatu peningkatan osmolalitas cairan ekstraseluler atau penurunan volume intravaskuler akan merangsang sekresi vasopresin. Vasopressin kemudian meningkatkan permeabilitas epitel duktus pengumpul ginjal terhadap air melalui suatu mekanisme yang melibatkan pengaktifan adenolisin dan peningkatan AMP siklik. Akibatnya, konsentrasi kemih meningkat dan osmolalitas serum menurun. Osmolalitas serum biasanya dipertahankan konstan dengan batas yang sempit antara 290 dan 296 mOsm/kg H2O.
Gangguan dari fisiologi vasopressin ini dapat menyebabkan pengumpulan air pada duktus pengumpul ginjal karena berkurang permeabilitasnya, yang akan menyebabkan poliuria atau banyak kencing.
Selain itu, peningkatan osmolalitas plasma kan merangsang pusat haus, dan sebaliknya penurunan osmolalitas plasma akan menekan pusat haus. Ambang rangsang osmotic pusat haus lebih tinggi dibandingkan ambang rangsang sekresi vasopresin. Sehingga apabila osmolalitas plasma meningkat, maka tubuh terlebih dahulu akan mengatasinya dengan mensekresi vasopresin yang apabila masih meningkat akan merangsang pusat haus, yang akan berimplikasi orang tersebut minum banyak (polidipsia).
Secara patogenesis, diabetes insipidus dibagi menjadi 2 yaitu diabetes insipidus sentral, dimana gangguannya pada vasopresin itu sendiri dan diabetes insipidus nefrogenik, dimana gangguannya adalah karena tidak responsifnya tubulus ginjal terhadap vasopresin.
Diabetes insipidus sentral dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan hormone antidiuretik ADH yang merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan. Hal ini bisa disebabkan oleh kerusakan nucleus supraoptik, paraventrikular, dan filiformis hipotalamus yang mensistesis ADH. Selain itu, DIS juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH akibat kerusakan pada akson traktus supraoptikohipofisealis dan aksin hipofisis posterior di mana ADH disimpan untuk sewaktu-waktu dilepaskan ke dalam sirkulasi jika dibutuhkan.
9

DIS dapat juga terjadi karena tidak adanya sintesis ADH, atau sintesis ADH yang kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan, atau kuantitatif cukup tetapi tidak berfungsi normal. Terakhir, ditemukan bahwa DIS dapat juga terjadi karena terbentuknya antibody terhadap ADH.



2.9 Etiologi
Ada beberapa keadaan yang mengakibatkan diabetes insipidus sentral , termasuk di dalamnya adalah tumor-tumor pada hipotalamus, tumor-tumor besar hipofisis dan menghancurkan nucleus-nukleus hipotalamik, trauma kepala, cedera operasi pada hipotalamus, oklusi pembuluh darah pada intraserebral, dan penyakit-penyakit granuomatosa.
Gejala klinik
Keluhan dan gejala utama diabetes insipidus adalah poliuria dan polidipsia. Jumlah produksi urin maupun cairan yang diminum per 24 jam sangat banyak. Selain poliuria dan polidipsia, biasanya tidak terdapat gejala-gejala lain, kecuali bahaya baru yang timbul akibat dehidrasi yang dan peningkatan konsentrasi zat-zat terlarut yang timbul akibat gangguan rangsang haus.

B.Diabetes Nefrogenik ( DI )
DIN adalah diabetes insipidus yang tidak responsive terhadap ADH eksogen
ETIOLOGI
Diabetes Insipidus Nefrogenik dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu

1.Penyakit ginjal kronik
Penyakit ginjal polikistik
Medullary cystic disease
Pielonefretis
Obstruksi ureteral
Gagal ginjal lanjut

2.Gangguan elektrolit
Hipokalemia
Hiperkalsemia


10
3 Obat -obatan
litium
demoksiklin
asetoheksamid
tolazamid
glikurid
propoksifen

4 penyaki8t sickle cell

5 gangguan diet


Diagnosis
Ada sebuah cara untuk mendiagnosa penyebab suatu poliuria adalah akibat Diabetes Insipidus, bukan karena penyakit lain. Caranya adalah dengan menjawab tiga pertanyaan yang dapat kita ketahui dengan anamnesa dan pemeriksaan.
Pertama, apakah yang menyebabkan poliuria tersebut adalah pemasukan bahan tersebut (dalam hal ini air) yang berlebihan ke ginjal atau pengeluaran yang berlebihan. Bila pada anamnesa ditemukan bahwa pasien memang minum banyak, maka wajar apabila poliuria itu terjadi.
Kedua, apakah penyebab poliuria ini adalah factor renal atau bukan. Poliuria bisa terjadi pada penyakit gagal ginjal akut pada periode diuresis ketika penyembuhan. Namun, apabila poliuria ini terjadi karena penyakit gagal ginjal akut, maka akan ada riwayat oligouria (sedikit kencing).
Ketiga, Apakah bahan utama yang membentuk urin pada poliuria tersebut adalah air tanpa atau dengan zat-zat yang terlarut. Pada umumnya, poliuria akibat Diabetes Insipidus mengeluarkan air murni, namun tidak menutup kemungkinan ditemukan adanya zat-zat terlarut. Apabila ditemukan zat-zat terlarut berupa kadar glukosa yang tinggi (abnormal) maka dapat dicurigai bahwa poliuria tersebut akibat DM yang merupakan salah satu Differential Diagnosis dari Diabetes Insipidus.
Pemeriksaan Penunjang
Jika kita mencurigai penyebab poliuria ini adalah Diabetes Insipidua, maka harus melakukan pemeriksaan untuk menunjang diagnosis dan untuk membedakan apakah jenis Diabetes Insipidus yang dialami, karena penatalaksanaan dari dua jenis diabetes insipidus ini berbeda. Ada beberapa pemeriksaan pada Diabetes Insipidus, antara lain:
1.Hickey Hare atau Carter-Robbins
2.Fluid deprivation
3.Uji nikotin

11
Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada Diabetes Insipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes Insipidus Nefrogenik tidak terjadi apa-apa.
Penatalaksanaan
Pengobatan pada Diabetes Insipidus harus sesuai dengan gejala yang ditimbulkannya. Pada pasien DIS parsial mekanisme haus yang tanpa gejala nokturia dan poliuria yang mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari tidak diperlukan terapi khusus.
Pada DIS yang komplit, biasanya diperlukan terapi hormone pengganti (hormonal replacement) DDAVP (1-desamino-8-d-arginine vasopressin) yang merupakan pilihan utama. Selain itu, bisa juga digunakan terapi adjuvant yang mengatur keseimbangan air, seperti:
Diuretik Tiazid
Klorpropamid
Klofibrat
Karbamazepin

2.10 Bagaimana Pemeriksaan Pada Diabetes Insipidus?

Ada beberapa pemeriksaan pada Diabetes Insipidus, antara lain: Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Diagnosis diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik: - pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti - tekanan darah naik - denyut jantung kembali normal. Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada Diabetes Insipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes Insipidus Nefrogenik tidak terjadi apa-aDIABETES INSIPIDUS




12

2.11 Makanan yang baik di konsumsi

Metode mengurangi resiko dan menghambat parahnya penyakit kencing manis adalah dengan mengatur pola makan dengan ketat. Penderita diabetes harus mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat yang tidak gampang terurai, bukan seperti gula atau sirup yang memiliki karbohidrat yang gampang terurai.
Makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes adalah turunan tepung putih dan nasi, dua makanan ini mengandung kadar gula tinggi. Makanan turunan tersebut diantaranya adalah donat, roti putih, kue tart, sereal manis, nasi putih dan kentang goreng.
Sementara makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita diabetes adalah turunan susu seperti yogurt atau susu kental manis. Selain turunan susu, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan juga baik bagi penderita diabetes. Kentang rebus, kacang merah atau ubi garut adalah salah satu contoh makanan vegetarian pengganti nasi atau tepung putih yang cocok bagi penderita diabetes. Sementara untuk buah-buahan, jangan mengkonsumsinya sebagai jus buah dan ada beberapa buah yang tidak baik seperti kelengkeng, rambuatan dan semangka.

2.12 Tiga jenis Tanaman Obat untuk Deabetes .
 Selain jenis medis, diabetes juga dapat diobati dengan ramuan tanaman obat. Tanaman obat tersebut di antaranya. :
A.Brotowali (Tinospora crispa ) Dalam klasifikasi tumbuhan, brotowalitermasuk dalam family Menispermaceae. Brotowli memiliki nama local dari Jawa yaitu Bratawali, dari Sunda Andawali, dan dari wali Antawali. Brotowali tumbuh di hutan dan di lading. Tanaman ini menyukai tempat yang bayak terkena cahaya matahari. Brotowali mampu hidup di tempat yang ketinggiannya mecapai 1.000 m di atas permukaan tanah. Tanaman ini memiliki ciri sebagai tumbuhan yang merambat. Biasanya di tanam sebagai tumbuhan obat, dan tingi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berpintil-pintil rapat, dan rasanya pahit. Daun tunggang, bertangkai, panjang 7-12 cm, dan lebar 5-10 cm. Helaian daun bentunya seperti jantung, ujung meruncing, pangkal melengkuk, dan tepi rata. Buahnya kecil dan berwarna hijau, Bunganya kecil, warna hijau muda, dan tanaman ini dapat dikebangbiakandengan stek. Bagian Tanaman yang Digunakan Bagian tanaman yang gunakan adalah bagian batang terutama kulitnya. Brotowali diperbanyak dengan cara stek, cukup memotong batanya dan menanamnya di tanahyang gembur dan cukup air. Penyiraman untuk menjaga kelembahan tnah dan pemupukan yang baik akan merangsang pertumbuhan brotowali.
13
 Komposisi Kandungan kimia :alkaloid, dammar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotosin), dan tinokrisposid. Sifat kimiawi dan efek farmakologis : pahit dan sejuk. Menghilangkan sara sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik), melancirkan cairan limpa, meningkatkan sekresi salifa, dan efek sedative. Rebusan brotowali dapat diunkan untuk mengobti diabetes mellitus.
B. Sambiloto ( Andrographis Paniculata ) Dalam system klasifikasi, sambiloto dikelompokan dalam family Acanthaceae dan bermarga andrographis. Sambiloto memiliki daun dan batang yang rasanya pahit. Sambiloto mempunyai nama local dari sunda yaitu ki oray, dari jawa sambilata, dan dari sumatera pepaitan. Sambiloto tumbuh liar ditempat terbuka dan ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Tumbuh didaratan rendah sampai ketinggian 700 m diatas permukaan laut. Batang disertai banyak cabang, daun tunggal, bertangkai pendek,pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2-8 cm, dan lebar 1-3 cm.Bunga berbentuk tabung kecil , dan warnanya putih bernoda ungu.perkembangbiakannya dengan biji atau stek batang. Buah bentuknya memanjang sampai jorong dengan panjang sekitar 1,5cm, lebar 0,5cm, pangkal dan ujungnya runcing . Bila masak warnanya hitam dan akan pecah membujur menjadi empat keping . Bijinya gepeng kecil, warnanya coklat muda. Perbanyakan dengan biji. Bagian Tanaman yang digunakan Seluruh bagian tanaman sambiloto dapat digunakan sebagai bahan ramuan untuk mengatasi diabetes mellitus , kecuali akar. Di panen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga . Setelah dicuci, dipotong – potong seperlunya lalu dikeringkan. Komposisi Kandungan kimia; daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid, neoandrografolid, flavonoid, alkane, keton, aldehin, mineral ( kalium, kalsium, natrium ), asam kresik, dan dammar. Flavotioid disolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografit, da fan ikulin. Sifat kimiawi dan efek fermakologis : rasa pahit, dingin , masuk meridian paru, lambung , usus besar, dan usus kecil . Antipiretik , analgetik , detoksikan, anti radang , dan detumescent. Sambiloto juga mampu meningkatkan system kekebalan seluler dan meningkatkan aktivitas kelenjar-kelenjar tubuh. Sambiloto kering dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes mellitus.
C. Tapak Dara ( Catharantus roseus ) Tapak dara termasuk famili apocynaceae . tapak dara memiliki nama local dari sunda yaitu kembang tembaga beureum dan dari jawa kembang sari cina. Tapak dara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm dan tumbuh subur di daerah yang beriklim tropis. Daun berwarna hijau, dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Penyebarannya melalui biji. Memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapak dara memiliki rumahbiji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran melalui biji. Bagian tanaman yang digunakan Bagian yang digunakan untuk terapi penyakit diabetes adalah bunganya. Biasanya diolah dengan cara direbus dan airnya diminum. Komposisi Kandungan kimia ; tapak dara mengandung alkaloid.

14
Sekitar 7 jenis alkaloid yang berefek menurunkan kadar glukosa darah. Mengandung vinkristin, vinrosidin, vinblastin, dan vinleurosin. Sifat kimiawi dan efek farmakologis : bersifat hipotensif, pahit, sejuk dan toksik. Cara Pengolahan Tanaman Obat untuk
Diabetes Mellitus Adapun cara yang digunakan untuk mengolah tanaman obat secara tradisional adalah sebagai berikut. : Brotowali Bahan : 1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, ¾ jari batang brotowali Cara pembuatan : Semua dicuci dan batang brotowali dipotong – potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Cara pemakaian : Minum setelah makan, 2X1 gelas sehari, pagi dan sore hari. Sambiloto Bahan :1/2 genggam daun sambiloto segar Cara pembuatan : rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin disaring. Cara pemakaian : Minum setelah makan, 3 kali sehari ¾ gelas. Tapak Dara Pengolahan tapak dara meliputi 3 cara yaitu : Cara 1 Bahan : 3 lembar daun tapak dara dan 15 kuntum bunga tapak dara. Cara pembuatan : Rebus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal tersisa 2 gelas. Cara pemakaian : Air rebusan diminum pagi dan sore setelah makan Cara II Bahan : 10 – 16 Lembar daun tapak dara. Cara pembuatan : Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1 gelas. Cara pemakaian : setelah dingin diminum. Cara III Bahan : 35-45 gram daun tapak dara kering dan adas pulawaras. Cara pembuatan : Bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Cara pemakaian : setelah dingin diminum

2.13 Pencegahan
Untuk mencegah timbulnya atau memberatnya retinopati diabetik, beberapa langkah dapat ditempuh, antara lain :
  1. Menerapkan gaya hidup sehat yaitu dengan makan makanan yang dianjurkan bagi penderita diabetes, berolahraga teratur, tidak merokok, menghindari stress, dll.
  2. Mengecek kadar gula darah secara rutin.
  3. Memeriksakan mata secara teratur setiap tahun. Manfaatnya adalah mengetahui perkembangan retinopati diabetik. Dengan demikian dapat dilakukan antisipasi agar penyakit ini tidak semakin parah. Pada tahap dini, retinopati diabetik relatif lebih mudah dikendalikan.






15
Berikut ini Tips mencegah penyakit diabetes sejak dini, menurut Dr. Anton Cahaya Widjaya:
1. Perhatikan Berat Badan. Semakin mendekati bobot ideal, Anda akan terhindar dari penyakit diabetes.
2. Cermati Gaya Hidup Anda. Memiliki pola makan seimbang dan teratur. Hindari kebiasaan melewatkan waktu makan atau tidak makan sama sekali setelah makan dalam jumlah besar. Akan lebih baik bila makan dengan porsi sedang tapi teratur, daripada porsi besar tapi tidak teratur.
3. Perbanyak Aktifitas. Terutama bila selama ini Anda terlalu sering duduk di kantor. Mengikuti fitness bisa menjadi pilihan menarik.
4. Pantau Selalu Kondisi. Kontrol kadar gula darah setidaknya 2 kali setahun. Berkonsultasilah dengan dokter agar diabetes tak perlu hadir dalam hidup Anda.
5. Ketahui Riwayat Keturunan Diabetes. Cobalah untuk mengenal riwayat keturunan penyakit diabetes dalam keluarga Anda. Bila ada, segera ke dokter untuk mendiskusikan pencegahannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar